• Beranda
  • Kitab Hikmah
  • Piranti Hikmah
  • Keilmun Hikmah
  • Kitab Hikmah
  • Mengobati Orang yg terkena ilmu pelet

    Jumat
    Ilmu Pelet adalah sejenis sihir yang menggunakan khodam dari energi makhluk halus (jin). Khodam adalah energi bentukan sebuah ajian yang bisa berasal dari energi alami maupun energi jin. Orang yang terkena pengaruh pelet tiba-tiba akan menunjukkan gejala yang tidak wajar. Misalnya seorang perempuan X yang awalnya membenci pria Y, tiba-tiba X ini muncul rasa sayang yang luar biasa. Tanda-tanda orang yang kena sihir pelet asmara yaitu:

    1. Mencintai dan menyayangi secara berlebihan
    2. Bersedia melakukan apa saja tanpa pertimbangan rasional bahkan mau diajak berhubungan badan
    3. Perasaan kangen yang tidak bisa ditahan
    4. Ingin selalu bertemu, bahkan dalam beberapa kasus disertai dengan mimpi bila tidak bertemu.
    5. Tidak tertarik bahkan membenci orang lain secara berlebihan padahal dia lebih cantik/lebih ganteng.

    Dorongan orang untuk melakukan sihir pelet bisa bermacam alasan. Misalnya seorang pria ditolak cintanya oleh sang gadis pujaan hati sehingga sakit hati. Ada juga seorang isteri yang cemburu melihat suaminya sehingga ia mendatangi ahli sihir agar memeletkan suaminya agar tidak selingkuh dan sebagainya.

    Cara kerja pelet pengasihan biasanya menggunakan sarana benda-benda milik korban yang akan dipelet. Apakah itu baju, sapu tangan, celana, potlot, bolpen, dan lain sebagainya. Sebab pada benda-benda ini masih melekat “energi” eterik yang bisa digunakan sebagai media memutarbalikkan rasa dari rasa benci/rasa yang biasa-biasa saja menjadi rasa sayang.

    Biasanya, benda-benda tersebut kemudian dibundel dengan benang oleh penyihir dan kemudian ditanam di tanah. Ini termasuk sihir kelas biasa. Ada pula sihir yang temasuk kelas menengah yang menggunakan sarana air atau makanan yang diminumkan ke korban. Sedangkan sihir yang termasuk kelas berat adalah menggunakan benda-benda najis. Misalnya menggunakan kotoran/tinja atau bisa juga dengan darah haid.

    Bila Anda dimintai bantuan atau ingin menyembuhkan orang yang kena pelet, maka kita perlu mempertimbangkan apakah sarana penyembuhan kita sesuai dengan akidah atau justeru menggunakan amalan sihir. Sangat bijaksana bila kita tidak mengobati sihir dengan sihir mengingat cara seperti ini diragukan kebenarannya. Akan lebih bijaksana kita mengobati orang kena pengaruh sihir dengan metode yang sesuai dengan ajaran agama yaitu Ruqyah.

    Cara meruqyah untuk mengobati sihir pelet sebagai berikut:
    1. Baca Bismillah… dan audzubillahiminasyaitonirrojim
    2. Surat Al Fatihah
    3. Al Baqarah 1-5, 163-164, 255,285-286.
    4. Ali Imran 18-19
    5. Al A’raf 54-56, 117-122
    6. Yunus 81-82
    7. Thaha 69
    8. Al Mukminun 115-118
    9. Ash Shafa 110
    10. Al Ahqaf 29-32
    11. Ar Rahman 33-36
    12. Al Hasyr 21-24
    13. Al Jin 1-9
    14. At Taghabun 14-16
    15. Al Ikhlas
    16. Al Falaq
    17. An Nas

    Saat dibacakan ayat-ayat ini, apabila ia terkena pelet sihir kelas ringan maka dia merasa lemah pada ujung jarinya, pusing, sesak nafas, sakit perut. Apabila sihir kelas menengah dan kelas berat maka dia akan merasa ingin muntah memuntahkan makanan yang sudah ada energi sihir pelet. Jika ia merasakan sakit di lambung dan ingin memuntahkan isi perutnya, maka teruskan membaca ayat-ayat Al Qur’an tadi dan hembuskan pada air. Suruh korban pelet tadi untuk meminum air ruqyah tersebut di hadapan Anda.

    Ciri-ciri muntahan pelet adalah berwarna KUNING, MERAH atau HITAM. Jika ia memuntahkan bahan-bahan berwarna itu berarti sihir itu telah hilang. Namun ada kalanya sihir itu sangat kuat sehingga perlu diteruskan dengan meminum air yang sudah diwirid/diruqyah tadi sampai sembuh total.

    Usahakan agar pelaksanaan pengobatan ini tidak diketahui oleh orang yang dicurigai tukang sihir pelet tadi karena bisa jadi dia akan terus mencoba menyihir korban. Bila perang energi dalam tubuh korban terjadi dalam jangka waktu yang lama, bisa beresiko mengakibatkan kesadarannya timbul tenggelam, susunan syaraf pusatnya (otak) rusak yang mengakibatkan gila permanen.